Kamis, 15 Juni 2023

Materi Kepemimpinan

Riring Hasim

Pengertian Teori Kepemimpinan, Tujuan, Fungsi dan Aspek

1. Teori kepemimpinan
Organisasi, kelompok dan perusahaan membutuhkan seorang pemimpin yang membantu mengarahkan pemimpin membantu mengarahkan anggota dalam mencapai tujuan. Teori kepemimpinan sangat berguna dalam hal ini, diterapkan karena memang kepemimpinan memegang peranan penting, jiwa kepemimpinan merupakan bagian dari manajerial.

Kepemimpinan memegang peranan penting, dominan, krusial dan kritikal yang terdapat keseluruhan sebagai upaya peningkatan prestasi kerja. Hal ini menyasar baik individu maupun organisasi, pemahaman teori terkait kepemimpinan. Organisasi atau kelompok hingga perusahaan membutuhkan pemimpin yang mampu mengelola dan meningkatkan kemampuan.

2. Pengertian Kepemimpinan
Secara umum pengertian adalah kemampuan yang terdapat dalam diri seseorang yang mempengaruhi orang lain dan mengarahkan pihak tertentu guna mencapai tujuan. Kepemimpinan didefinisikan sebagai kemampuan seseorang dalam mengelola serta mengarahkan kelompok dengan efektif dan efisien untuk mencapai tujuan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pemimpin adalah orang dengan kemampuan untuk mempengaruhi atau memandu sekelompok atau pihak. Kepemimpinan merupakan kekuatan yang memiliki pengaruh besar terhadap kesuksesan suatu organisasi dan perusahaan, seorang pemimpin harus dapat mengerahkan organisasi untuk dapat mencapai visi yang sudah ditetapkan.

Kepemimpinan memiliki dua konsep dasar, ilmu dan seni di mana ilmu merupakan teori dari kepemimpinan yang dapat dipelajari dari berbagai sumber. 3 Teori kepemimpinan bisa dipelajari dengan mengikuti pelatihan terkait pengenalan leadership atau metode dari kepemimpinan tersebut, bisa juga dengan membaca buku atau literasi terkait.

3. Teori Kepemimpinan Menurut Para Ahli

a. Moejiono
Menurut Moejiono yang dimaksud dengan kepemimpinan adalah pengaruh satu arah, dikarenakan seorang pemimpin kemungkinan besar memiliki kualitas tertentu yang membuatnya berbeda dengan pengikutnya.

Disebutkan juga dalam teori sukarela atau compliance induction theorist, yang cenderung melihat kepemimpinan sebagai pemaksa atau pemberi desakan pengaruh secara tidak langsung dan sarana pembentuk suatu kelompok yang sesuai dengan keinginan pemimpinnya.

b. Wahjosumidjo
Teori kepemimpinan yang disebutkan oleh Wahjosumidjo merupakan suatu yang melekat pada diri seseorang, dalam hal ini pemimpin berupa sifat-sifat tertentu. Termasuk seperti kepribadian (personality), kemampuan (ability) dan kesanggupan (capability). 

Teori kepemimpinan situasional sebagai rangkaian kegiatan pemimpin yang tidak bisa dipisahkan, termasuk dengan kedudukan dan gaya atau perilaku pemimpin. Kepemimpinan sebagai proses antara hubungan atau interaksi pemimpin, pengikut dan situasi.

c. Fiedler
Fiedler menyebutkan teori kepemimpinan sebagai pola dari suatu hubungan antara individu, dengan menggunakan wewenang dan pengaruhnya terhadap kelompok. Selain itu adapula pengaruhnya terhadap kelompok agar bisa bekerja sama dalam mencapai tujuan.

d. Sondang P. Siagian
Teori kepemimpinan menurut Sondang P. Siagian adalah kemampuan seseorang ketika menjabat sebagai pimpinan organisasi tertentu. Saat menjabat sebagai seorang pemimpin juga memberi pengaruh terhadap orang lain, khususnya dalam hal ini adalah bawahan. Karena dilakukan sebagai kemampuan dalam bertindak dan berpikir sesuai dengan arahan agar tujuan tercapai.

e. Ott
Ott menjelaskan teori kepemimpinan sebagai proses hubungan antarpribadi yang di dalam seseorang yang bisa mempengaruhi sikap, kepercayaan dan perilaku orang lain. Tentunya proses tersebut kemudian memiliki dampak atau pengaruh yang signifikan.

4. Tujuan Kepemimpinan
Membantu Terciptanya Suatu Iklim Sosial yang Baik
Kepemimpinan dalam organisasi memiliki tujuan untuk membantu terbentuknya suatu iklim sosial yang baik. Iklim sosial juga akan mempengaruhi kinerja dan kenyamanan setiap anggota yang terdapat di dalam kelompok. Iklim sosial merupakan suatu konsep yang abstrak dan berada di dalam organisasi, meski abstrak tapi dapat dirasakan pengaruhnya.

Iklim sosial bisa menentukan kesejahteraan psikologis seseorang, bersangkutan dan tercapai tidaknya tujuan organisasi. Iklim sosial perlu dibangun untuk bisa membawa pengaruh secara optimal terhadap pertumbuhan dan pengembangan personal, khususnya terhadap setiap individu yang diinginkan dalam suatu organisasi.

a. Membantu Kelompok dalam Menetapkan Prosedur-prosedur Kerja 
Kepemimpinan yang ada dalam sebuah organisasi memiliki tujuan untuk membantu menetapkan prosedur kerja yang harus dipatuhi setiap anggotanya. Prosedur kerja merupakan tahapan yang urut dengan tujuan, supaya aktivitas yang dikerjakan bisa berjalan dengan lancar. Munculnya tahapan membuat setiap anggota dalam organisasi tidak bingung melaksanakan tugas.

b. Membantu Kelompok untuk Mengorganisasi Diri
Kepemimpinan dalam organisasi memiliki fungsi membantu melakukan organisir setiap anggota dalam mengatasi diri sendiri. Melakukan organisasi pada diri sendiri, dalam artinya mengatur dan menyusun setiap bagian dalam organisasi, baik orangnya maupun yang lain sehingga menjadi kesatuan.

c. Mengkoordinir yang berarti suatu bagian integral dari seluruh fungsi manajerial dan menjadi inti dari ilmu manajemen. Koordinasi secara etimologis berarti kegiatan penertiban mengatur atau menciptakan segala sesuatu agar berjalan lancar secara bersamaan. Sementara koordinasi merupakan tindakan pengaturan elemen yang sangat kompleks.

d. Mengambil Keputusan Sama dengan Kelompok
Kepemimpinan dalam sebuah organisasi mampu membantu dalam mengambil sikap dan keputusan bersama untuk keberlangsungan organisasi. Pembuatan keputusan merupakan bagian kunci dalam kepemimpinan dengan peran penting. Khususnya saat pemimpin melaksanakan fungsi perencanaan yang menyangkut dengan keputusan penting.

e. Pengambilan keputusan bisa dianggap sebagai hasil atau keluaran dari proses mental hingga kognitif dengan bawaan pada pemilihan suatu jalur tindakan antara beberapa alternatif yang tersedia. Dalam proses pengambilan keputusan selalu menghasilkan satu pilihan akhir, kemudian dibuat mencapai tujuan lewat pelaksanaan dan tindakan.

f. Memberi Kesempatan Kepada Kelompok untuk Belajar dari Pengalaman
Kepemimpinan dalam sebuah organisasi, kelompok dan perusahaan memberi tujuan berupa kesempatan pada kelompok tersebut untuk bisa mengambil pelajaran dari pengalaman. Kesempatan menjadi sebuah waktu dengan keterkaitannya terhadap keleluasaan, peluang dan sebagainya, selain itu juga memiliki makna sebagai waktu yang diberikan memperbaiki sesuatu.


5. Fungsi Kepemimpinan
- Fungsi Instruktif
Fungsi ini bersifat perintah, suatu perintah kepada orang atau anggota kelompok dengan jelas hingga yang diberi perintah melaksanakan tugas dengan baik dan benar. Fungsi instruktif memposisikan pemimpin sebagai pengambil keputusan serta pemberi tugas kepada para anggota, sementara anggota hanya bertugas menjalankan instruksi yang diberikan.

- Fungsi Konsultatif
Fungsi konsultatif bersifat dua arah, terkait gaya kepemimpinan yang menganut kebiasaan mendengar pendapat dan pertimbangan anggota sebelum pengambilan keputusan. Fungsi kepemimpinan menempatkan anggota organisasi atau bawahan melakukan konsultasi dengan pemimpin dalam mencari solusi terbaik mencari tujuan bersama.

- Fungsi Partisipasi
Fungsi partisipasi dalam pengambilan dan keikutsertaan, partisipasi mengarah pada keterlibatan mental dan emosi seseorang dalam mencapai sebuah tujuan dan adanya pertanggungjawaban di dalamnya. Partisipasi merupakan bentuk demokrasi, orang-orang diikutsertakan dalam suatu perencanaan dan pelaksanaan.

Fungsi ini menempatkan pemimpin mampu mendorong semua anggota atau pengikutnya untuk dapat berpartisipasi dan memberi inisiatif dalam proyek bersama. Fungsi partisipasi dalam kepemimpinan dalam membuat anggota organisasi dalam suatu organisasi atau perusahaan. Tak hanya sekadar mendengar dan menjalankan, serta pengambilan dalam proses mencapai tujuan.

- Fungsi Delegasi
Fungsi delegasi memiliki arti perwakilan, utusan dengan proses penunjukkan secara langsung maupun musyawarah. Penunjukkan yang tujuannya mengutus seseorang menjadi perwakilan suatu kelompok atau organisasi. Kepemimpinan dengan fungsi delegasi, memuat pemimpin mendelegasikan suatu wewenang kepada orang lain atau anggota yang sesuai.

- Fungsi Pengendalian
Fungsi pengendalian para anggota, suatu proses pengaturan berbagai faktor dalam suatu organisasi atau perusahaan. Hal ini agar pelaksanaan harus sesuai dengan perencanaan, fungsi pengendalian dalam kepemimpinan dalam arti pemimpin mengendalikan semua aktivitas atau pekerjaan. Hal ini agar pengerjaan dan penyelesaian efektif untuk mencapai tujuan.

- Fungsi Kepemimpinan Dalam Organisasi

6.Mencapai Tujuan
Kepemimpinan dalam organisasi sangat dibutuhkan dalam mencapai tujuan dengan tepat dan efisien, meskipun tanpa adanya seseorang yang memiliki jiwa kepemimpinan, membuat suatu organisasi akan sulit mencapai tujuan. Tak ada sosok yang membantu mengarahkan, menyatukan kemudian menjadi pendoman.

Tujuan menjadi penjelasan secara luas dari visi dan misi yang akan dicapai oleh sebuah organisasi atau perusahaan. Tujuan sebagai kuantitatif yang menjadi tolok ukur keberhasilan kinerja bisnis lewat kesimpulan yang diambil.

Memotivasi Orang Lain
Tujuan kepemimpinan untuk memberi motivasi kepada orang lain, bisa pada anggota untuk dapat melakukan hal baik dan membuat maksimal kemampuan dalam diri. Adanya sosok dengan jiwa kepemimpinan, suatu organisasi akan kurang mendapat motivasi sehingga bersemangat dalam mencapai tujuan.

Tak ada sosok pemimpin memiliki sosok yang bisa mencapai pedoman dan contoh, baik dalam organisasi. Selain itu tidak akan terpacu untuk mencapai sesuatu atau tidak merasa mempunyai kewajiban melaksanakan tugas untuk mencapai tujuan. Motivasi sebagai proses yang menjelaskan intensitas, arah serta ketekunan seorang individu mencapai tujuan.

Teori Kepemimpinan
1. Teori Kepemimpinan Transformasional
Gagasan mengenai dua jenis kepemimpinan menurut Bernard Bass beserta rekan-rekannya, 4 teori kepemimpinan transaksional dan transformasional. Kepemimpinan transaksional melibatkan pertukaran tenaga kerja untuk memberi penghargaan. Kepemimpinan transformasional didasarkan pada kepedulian, kepada anggota atau karyawan, stimulasi intelektual dan visi kelompok.

2. Teori kepemimpinan transformasional mengacu pada kata transformasi, artinya perubahan dan teori kepemimpinan transformasional merupakan sebuah teori dengan arah untuk dapat memanusiakan manusia. Teori kepemimpinan didasari dengan adanya hubungan positif antara atasan dan bawahan, kondisi yang membentuk kepemimpinan yang efektif.

Pemimpin transformasional bisa membangun semangat, mengubah cara pikir hingga memberi inspirasi anggota atau bawahannya dalam mencapai hasil yang sudah ditargetkan tanpa membuat anggota merasa tertekan. Gaya teori kepemimpinan kontemporer ini membuat pemimpin selalu ingin mengelola organisasi, perusahaan atau lembaga yang dipimpinnya.

Aspek Kepemimpinan Transformasional
1. Vision
Vision merupakan kemampuan dalam diri seseorang untuk menggambarkan, menjelaskan dan meyakinkan anggota atau bawahan mengenai kondisi masa depan yang diinginkan pemimpin hingga cara mewujudkannya.

2. Power
Power atau kekuatan adalah kemampuan diri dalam memengaruhi, mengendalikan dan menguasai orang lain atau kelompok. Sehingga mampu mendapatkan dukungan kuat dalam mencapai sebuah tujuan.

3. Self Confidence
Yang dimaksud dengan self confidence adalah adanya kepercayaan diri untuk melakukan tindakan yang sumbernya berasal dari pengalaman seputar hal-hal yang terjadi pada kehidupan ke depannya.

Sabtu, 23 Maret 2019

MATERI KEHIPMAAN

Organisasi mungkin telah ada sejak ratusan tahun yang lalu, karena ruang lingkup organisasi yang sangat luas, secara tidak sadar semua manusia sejak lahir sudah ikut dalam organisasi, suatu organisasi dapat menjadi fokus sentral kehidupan seseorang atau ia mungkin hanya merupakan pelayannya untuk sementara waktu. Sebuah organisasi mungkin dapat besifat kaku, “dingin”, tanpa kepribadian, atau kadang-kadang dapat menghasilkan hubungan-hubungan luwes dan bermakna bagi para anggotanya.

Untuk sejarah sendiri belum di ketahui secara pasti kapan terbentuknya organisasi, sutau organisasi biasanya dianggap baru dimulai sebagai disiplin akademik bersamaan dengan munculnya manajemen ilmiah pada tahun 1890-an, dengan Taylorisme yang mewakili puncak dari gerakan ini. Para tokoh manajemen ilmiah berpendapat bahwa rasionalisasi terhadap organisasi dengan rangkaian instruksi dan studi tentang gerak-waktu akan menyebabkan peningkatan produktivitas. Studi tentang berbagai sistem kompensasi pun dilakukan.

Seiring berjalannya waktu lahir sebuah lembaga perhimpunan pemuda di kabupaten Gowa yang di beri nama Himpunan Pemuda Pelajaran Mahasiswa Gowa yang disingkat HIPPMA, lahir pada tanggal 31 Desember tahun 1965 yang didirikan oleh :

1. Arif Mansyur

2. H. Mapparessa Tutu

3. H. Mallingkai Maknu

4. H. Hannabi Rizal

5. H. Abubakar Paka

Dana masih ada beberapa pendiri yang lainnya yang belum pernah penulis temuai.

Lahirnya lembaga kepemudaan HIPPMA ini atas dasar kepekaan dan kepedulian pendidikan dan pelatihan kompetensi Pemuda yang ada pada masa itu dimana tidak adanya organisasi yang bisa menyatukan sesama pemuda,pelajar dan mahasiswa yang ada di kabupaten Gowa, maka dengan dasar itulah lahir organisasi kepemudaan HIPPMA yang di prakarsai oleh pemuda gowa itu sendiri.

Pada tahun 1966 Himpunan Pemuda pelajar mahasiswa (HIPPMA) Gowa berganti nama  menjadi  Himpunan Pelajar Mahasiswa (HIPMA) Gowa.Himpunan pelajar mahasiswa (HIPMA) Gowa adalah organisai kekaderan Dimana yang bisa bergabung didalam harus melalui proses pengkaderan.

Untuk bergabung di Himpunan pelajar mahasiswa (HIPMA) Gowa harus mengikuti proses pengkaderan, ada beberapa tahap yang harus di lalui

1. Latihan Kader Dasar (LDK)

Latihan Kader Dasar (LDK) adalah Sistem perekrutan Anggota yang berbasis pada pelajar (kelas 2,3 SMA sederajat) yang ada di kabupaten dan asli putra daerah kabupaten Gowa.

2. Pendidikan Kader Dasar (PKD Mahasiswa)

Pendidikan Kader Dasar (PKD) adalah sistem perekrutan anggota yang berbasis Mahasiswa yang berasal dari kabupaten Gowa atau asli putra daerah Kabupaten gowa

3. Pendidikan Kader Madya (PKM)

Pendidikan Kader Madya (PKM) Adalah sistem peningkatan kualitas Kader yang harus melalui Pendidikan Kader Dasar untuk menempuh pendidikan kader Madya 

4. Pendidikan Kader Purna (PKP)

Pendidikan Kader Purna (PKP)

Keanggotaan Hipma Gowa

1. Anggota Biasa

Anggota biasa adalah pelajar dana mahasiswa Gowa yang telah melalui proses pengkaderan dan menyelesaikan studinya dalam tenggang waktu selama 6 bulan

2. Anggota Luar Biasa

Yaitu pelajar dan mahasiswa gowa yang telah menyelesaikan studinya lebih dari 6 bulan

3. Anggota Kehormatan

Yaitu pejabat resmi atau tokoh Masyumi yang berjasa dan menaruh perhatian terhadap pembinaan dan pengembangan Hipma Gowa

Keanggotaan di Himpunan pelajaran mahasiswa (HIPMA) Gowa akan tetap mendapatkan perlakuan yang sama dan tidak berakhir kecuali :

1. Meninggal dunia

2. Mengundurkan diri secara tertulis

3. Dicabut keanggotaannya 

Semua kader Himpunan pelajaran mahasiswa (HIPMA) Gowa berhak mendapatkan perlakuan dan bebas menggunakan fasilitas organisasi selama itu kepentingan organisasi, semua anggota wajib menjaga dan menjunjung tinggi wibawa organisasi serta mentaati Konstitusi organisas


Jumat, 08 Februari 2019

Di Guyur Hujan Deras Relawan Kemanusiaan HIPMA GOWA tetap semangat mengantar Bantuan untuk korban Tanah Longsor Di Desa Buakkang Kec. Bungaya Gowa

Selasa, 05 Februari 2019 Relawan Kemanusiaan Himpunan Pelajar Mahasiswa (HIPMA) Gowa yang tergabung di dalamnya Hipma Gowa Koor. Tompobulu, Biringbulu & Bontolempangan dan Gerakan Peduli Sesama (GPS) Gowar, relawan ini berjumlah 38 orang menempuh perjalanan sekitar kurang lebih 40 km dengan Rute perjalanan kaki, Pattiro-Rannaya-Kaluarrang-Bua'kang- parang2-kampong beru-mangngempang, setelah itu kembali lagi kepattiro

Perjalanan relawan kali ini terbilang  Hidup dan mati, dimana perjalan diguyur hujan deras ditambah jalur yang Sangat menantang dikarenakan masih beberapa titik longsor masih sangat labil untuk terjadi longsoran susulan.
Perjalan relawan Hipma Gowa di tempuh dgn perjalan sehari semalam demi untuk bisa menjangkau korban bencana longsor yg masih terisolir di rumah2 mereka dan tempat2 pengungsian yg masih sangat membutuhkan bantuan sungguh perjalanan yang sangat menegangkan dan cukup melelahkan apalagi sore dan malamnya, kerena hujan Deras yang tidak henti2nya Turun.

Perjuang para relawan Hipma Gowa ini sangat direspon baik oleh warga Desa Buakkang bahkan ada salah satu warga yang menangis melihat perjuangan para relawan bisa sampai di Desa Buakkang.
 " Satu kesyukuran bagi saya karena masih bisa selamat dalam perjalanan ini" ucap Kamaruddin Musy Mantan Sekjen DPP Hipma Gowa.
Di tempat terpisah kakanda Ismail  Senior Hipma Gowa Tompobulu mangatakan "semua ini berkat Do'a2 warga yang kami datangi sehingga kami berserta Tim bisa selamat sampai di rumah masing-masing".

Tim Relawan Kemanusiaan  Hipma Gowa di ikuti oleh Ayahanda Mansyur Taba mantan Ketua DPP Hipma Gowa.
Bersama ayahanda H. Chalid mantan ketua Hipma Gowa Kom. Uin Alauddin Makassar sekaligus mantan pengurus DPP Hipma Gowa, Ketua Mpo Hipma Gowa Nasiruddin, dan Mantan ketua Hipma Gowa Koor. Biringbulu Riring Hasim, Ketua Hipma Gowa Koord. Tompobulu Ma'rifatur Rahman Ketua Hipma Gowa Koor. Biringbulu Muh. Syarif dan ketua Hipma Gowa Koor. Bontolempangan Kahar serta  pengurus dan anggota Hipma Gowa.


#HipmaGowa
Edit RHB

Rabu, 08 November 2017

Risnawati, Hipma Gowa Koor Tompobulu Butuh Pemimpin yang bisa mepersatukan Kader dan menjaga Keharmonisan Lembaga.


Hipma Gowa Koor.Tompobulu adalah salah satu lembaga besar yang ada di kecamatan Tompobulu yang mempertemukan setiap pelajar dan mahasiswa yang berasal dari kec. Tompobulu
Dengan adanya Hipma Gowa Koor Tompobulu ini bisa menambah jalinan persaudaraan dan silaturahmi antar sesama orang Tompobulu yang tersebar di 6 Desa 2 Kelurahan.

Minggu, 05 November 2017

Pemuda Batuborong Bersatu (PRABU) Berhasil melaksanakan Batuborong Cup 2017


Pemuda Batuborong Bersatu telah selesai melaksanakan kegiatan Turnamen sepak bola Batuborong Cup 2017 yang terhitung kegiatan yang krusial untuk di laksankan di sebuah daerah.
Akan tetapi pemuda Batuborong Bersatu memiliki tekad kuat untuk melaksanakan kegiatan yg seperti.